JID, 1 Oktober 2014.
Mama...........
Bukan kah syurga itu ada di telapak kakimu?
Cinta itu bukan kah ada di ridha mu?
Melanglangbuana disetiap inch tubuhmu.
Ada di setiap aliran darahmu.
Padamu yang tak pernah lelah.
Mewujudkan cinta dalam bentuk apapun.
Aku adalah bagian dari kesibukanmu.
maafkan aku, anakmu.
Yang hanya memberikan tak seberapa tawa di senyum indahmu,
tetapi banyak sekali meneteskan air mata dari kedua mata tulusmu.
Ini aku yang ingin nya mewujud seperti dirimu Mama.
Secepat ini, diusiaku 23 tahun.
aku ingin terlahir untuk kedua kalinya.
Pertama, kelahiranku dari rahim mu dan aku menjadi putrimu.
dan kedua kelahiranku yang kedua ketika aku menikah dan menjadi seorang istri,
sebagaimana posisimu sekarang.
Bulan ini, engkau pilih sendiri untuk kelahiranku yang kedua.
aku ikut mau mu karena kutahu RidhaNya ada di Ridha mu mama.
Semua hal engkau persiapkan untukku,
sekali lagi aku mengikutimu.
Karena engkau adalah mamaku.
yang ketika kau melihat mataku aku tahu engkau selalu tahu apa yang kumau.
Mama,
Saat diskusi kita di malam-malam itu.
tentang perempuan, tentang pernikahan, tentang kewajiban.
Engkau membekali aku banyak hal.
Betapa bersyukurnya aku memilikimu.
sepanjang kehidupanku engkau Guru terbaik, Dokter paling hebat,
Designer paling keren, Koki paling pintar,
Engkau Pahlawanku.....
Ketika disampingmu terkadang aku tidak butuh yang lain..
Bapak........
Satu-satunya lelaki yang tidak pernah memarahiku adalah engkau.
Tapi matamu selalu menunjukkan ketegasan.
Aku mewarisi banyak hal darimu.
Dia mengirimkan mu untuk ku sebagai satu keajaiban.
Lewat bahu, tangan, kaki dan apa yang engkau punya untuk melindungiku.
bermanja aku dalam pelukanmu , kapan pun itu.
Aku yang lebih banyak melihat kekecewaan dimatamu,
dibandingkan kebanggaan karena sikap ku,
aku belum menjadi apa yang kau inginkan.
Tak kan pernah kulupa,
persembunyian paling aman adalah dekapanmu,
suapan paling romantis adalah dari tangan mu,
tanpa kata-kata banyak engkau mengajarkan aku banyak hal.
Mama , Bapa,
Tak pantas sebenarnya aku secepat ini meminta ridha dari kalian.
untuk kehidupanku yang baru.
Tak pantas, karena aku belum menjadi siapa-siapa buat kalian.
Mencintai kalian adalah hal terindah yang pernah kulakukan.
Untuk semua cinta, untuk semua sayang.....
Tak ada yang bisa menggantikan.
Aku mencintai kalian....
Memohon ridha untuk bisa menjadi kalian,
yang selalu saling berpegangan tangan,
yang cinta nya tak berhenti di usia,
yang kasihnya tak sekedar diucap.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar